Pertiwi Media buat Video Edukasi soal Pentingnya Menjalankan Protokol Kesehatan

Jakarta- Komunitas Pers Mahasiswa Pertiwi Media membuat video edukasi dengan tema ‘Peran Pers dan Milenial dalam Mendukung Penanganan Covid-19” yang ditayangkan pada Kamis (24/9/2020).

Dalam video tersebut Forum Literasi menghadirkan narasumber kompeten dan komprehensif, seperti drg. Widyawati, MKM (Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI), Ilham Safutra (Kepala Liputan Jawapos) dan Muhammad Rafsanjani (Pengurus PB PMII).

Widyawati mengatakan Covid-19 ini sudah ada sejak 6 bulan yang lalu, kalau melihat kembali kebelakang, Januari sebetulnya sudah ada tanda-tanda akan terjadi pandemi Covid-19. Kemenkes RI punya upaya yang dilakukan dari hulu ke hilir artinya tidak hanya kuratif saja yang kita lakukan tetapi pencegahan yang kita lakukan.

“Penanganan kasus itu ada 3 cara, 3T namanya ada Testing, Tracing dan ada Treatment. Selain kita menangani kasus, kita juga melakukan pelacakan kasus yaitu kalau telah ditemukan orang yang positif, kita itu melacak yang dekat dengan orang itu siapa, jadi itu namanya palacakan kasus, kita lihat kontak eratnya.” ujar Widyawati.

“Selain 3T tadi, Pemerintah juga melakukan upaya yang namanya KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) ini penting banget, KIE meberikan informasi di televisi dan berbagai macam kanal seperti facebook, twitter, Instagram, YouTube kemudian radio kesehatan.” tambahnya.

“Jadi pesannya itu gimana masyarakat tahu Covid-19, gimana cara mencegahnya, gimana cara menanganinya, yang terutama masyarakat mau menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak minimal satu meter, kemudian mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal dua puluh detik. Itu adalah pesan kunci yang kami sampaikan” tutupnya.

Ilham Safutra mengatakan pandemi Covid-19 menyerang semua lini kehidupan, semua elemen di negara ini bekerja keras memeranginya. Tidak hanya pemerintah tetapi masyarakat dari kelas bawah pun berupaya melawan Covid-19 ini. Beragam cara, ada yang berbagi untuk bisa bertahan hidup, ada yang berbagi masker untuk bisa menjalankan physical distancing, berbagi hand sanitizer, berbagi sabun dan lain-lain.

“Pers juga peran di sini, pertama yang jelas menyampaikan informasi perkembangan update terbaru kondisi (pandemi Covid-19). Selain itu peran pers adalah mengantisipasi kabar-kabar yang bernuansa hoax atau mengandung hoax. Masyarakat sangat mudah mendapatkan informasi semuanya dapat diakses sekali klik di media sosial, apapun platformnya, apapun aplikasinya. Semua kabar, semua informasi terkait Covid-19 ini gampang diaksesnya.” tambahnya.

Selanjutnya Ilham mengajak masyarakat untuk tetap menjalan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Pada intinya adalah mari kita menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.” tutupnya.

Senada dengan Ilham Safutra, Rafsanjani mengajak kepada para pemuda untuk lebay di tengah pandemi ini. Lebay yang dimaksud bermakna tiga hal. Pertama, kita selalu pakai masker di luar rumah, dan harus selalu bawa cadanganannya.

“Kedua, kita harus sesering mungkin membersihkan tangan, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer dan kita selalu bawa hand sanitizer kemana-mana dan ketiga, selalu menjaga jarak” tambahnya.

Alasan Rafsan mengajak untuk bersikap lebay karena melihat generasi muda masih abai terhadap protokol kesehatan. Rafsan masih banyak melihat di tempat nongkrong, di kafe, banyak anak muda yang mengabaikan protokol kesehatan, padahal pemuda ini secara biologis mempunyai keunggulan imun, kemudian juga dia terpapar Covid-19 sangat mungkin tidak menimbulkan gejala. Ketika pemuda tersebut kembali ke rumah, khawatir akan menjadi carrier kepada orang tua, bayi dan kelompok rentan sehingga menjadi penular kepada yang lain.

Video edukasi tersebut dapat dilihat melalui link berikut ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *